Nama yang dibwhakan tuhan itu tak pernah dia minta. Entah siapa yang mengukirkan janji itu di antara reruntuhan, tapi kata-kata itu merekat seperti luka yang tak kunjung sembuh. Setiap langkahnya berubah jadi doa, setiap darah yang ditumpahkan menjadi canduan bagi sesuatu yang lebih besar. Di tengah debu dan reruntuhan, ia menemukan kekuatan yang tak wajar. Tapi siapa yang sebenarnya mendukungnya hingga akhir? Adakah tuhan yang dimaksud benar-benar ada, atau memanfaatkan ia sebagai alat? Kebenaran yang terkubur di balik seribu tuduhan belum pernah terungkap.