Yang awalnya cuma main-main tanpa tujuan, malah nyangkut di situasi yang ternyata jauh lebih berbahaya dari yang dia bayangkan. Dia harus memilih antara lari atau bertahan, sementara semua orang di sekitarnya kena dampak dari kelakuan itu. Dia sadar hal-hal yang dianggap nggak berguna justru jadi satu-satunya kunci untuk menyelamatkan mereka semua, tapi nggak ada yang mau percaya kalau dia bisa bantu.