Dua wanita berusia tiga puluh-an bertemu di kelas yoga pagi sebelum mereka menyadari keduanya sedang berhadapan dengan restart kehidupan — mantan istri yang kehilangan karier kreatifnya, dan teman sekolah yang kembali ke kota setelah lima belas tahun. Percakapan di kafe setelah kelas itu menyentuh masa lalu yang belum benar-benar mereka proses, dan tiba-tiba logat mereka yang sama, yang dulu pernah memisahkan ketika SMA, kembali muncul sebagai tawa di tengah bisikan orang. Siapa sangka janjian yoga harian justru jadi ruang bagi mereka menuliskan kembali cerita yang dulu takkan pernah mereka ajukan di bangku terakhir.