Tanpa judul genre atau negara yang jelas, film ini tumbuh dari dua kata kuncinya: No Man's Land. Seolah terlempar ke zona yang tidak diizinkan, penonton ditantang untuk menebak apakah ini kisah kelangsitan hidup di tengah hancur, atau sekadar metafora perjuangan manusia melawan kepingan ketiadaan. Tidak ada pemain utama yang disebut, tidak ada konflik yang ditentukan—hanya nama film yang menjadi petunjuk. Apa yang sungguh disembunyikan di balik judul seperti itu? Mungkin jawabannya tidak pernah ditulis, karena di No Man's Land, tidak ada yang memiliki hak untuk menceritakan sesuatu.