Pernah bayangkan hidup diulang dua belas kali? Permaisuri itu mengalaminya. Setiap kali dia gagal, waktu mundur, dan dia harus memutar ulang semuanya dari awal. Dua belas kesempatan untuk memperbaiki nasib, tapi setiap percobaan meninggalkan luka yang tak kunjung sembuh. Siapa sangka takdir tidak pernah memberinya pilihan, hanya jalan buntu yang harus dia hadapi lagi dan lagi. Apakah kesempatan terakhirnya cukup untuk mengubah segalanya?