Seorang pemimpin lelah dari perang dan konflik berulang memutuskan menarik semua pasukan dari zona perang. Dia berharap bisa membawa kedamaian bagi rakyatnya. Tapi langkah itu malah memicu reaksi berantai dari koalisi global. Koalisi menganggap langkah itu kelemahan, bahkan ancaman terhadap keseimbangan kekuatan dunia. Saat tekanan dari luar dan dalam negeri menggunung, dia terjebak antara janji damai dan desakan bertahan di kursi kekuasaan. Pilihannya bukan lagi antara damai atau perang. Tapi antara menyelamatkan dunia yang dia takut kehilangan, atau menyerahkan segalanya demi kebebasan rakyat.