Ada yang salah dengan keputusan untuk bertukar pengantin? Itulah pertanyaan yang muncul saat seorang wanita nekat mengganti kekasihnya di pengajakan besar. Motifnya sederhana — ingin membuktikan sesuatu, mungkin untuk kepentingan pribadi atau persahabatan. Tapi tukar menukar identitas bukan main, apalagi saat keluarga dan kerabat dari kedua belah pihak sudah terlibat dalam persiapan. Seiring berjalannya acara, keputusan itu justru membuka tabir kebenaran yang tidak semua ingin diketahui. Apakah ini benar-benefit bagi siapa pun, atau justru menjadi bom waktu emosional?