Seorang pemuda dihadapkan pada situasi absurd: harus membuktikan identitas kewarganegaraannya hanya untuk mengambil paket. Petugas pos memintanya menunjukkan dokumen, tapi semua yang ia miliki justru dipertanyakan validitasnya. Semakin ia berusaha meyakinkan, semakin rumit prosedur yang harus diikuti. Dari satu meja ke meja lain, dari formulir ke cap stempel, ia mulai curiga ada yang tidak beres. Apakah ini benar-benar soal birokrasi atau ada kepentingan lain di balik paket misterius itu?