Mawar merah tua yang ditemukan di kotak suratnya pagi itu bukan hadiah biasa. Dia ingat jelas mantan pacarnya pernah bilang mawar merah adalah tanda cinta yang harus diabaikan, tapi yang mengirimkannya tidak menuliskan nama, cuma coretan kecil di kertas pembungkus yang mirip tulisan orang yang seharusnya sudah lama dia lepaskan. Semua kenangan lama yang dia tutup rapi kembali terngiang, dan dia mulai bertanya apakah mawar itu adalah permintaan maaf, atau justru peringatan terakhir yang selama ini dia salah arti. Siapa yang benar-benar mengirimnya, dan mengapa pesan itu baru muncul sekarang setelah bertahun tahun?