Tidak ada sinopsis, tidak ada pemain, tidak ada sutradara. Yang tersisa cuma judul: Grateful Heart, Timeless Love. Dari frasa itu sendiri sudah terbaca dua kata kunci — rasa syukur dan cinta yang melampaui waktu. Entah ini kisah sepasang kekasih yang dipisahkan puluhan tahun, atau seseorang yang baru menyadari nilai cinta saat sudah hampir hilang. Tanpa metadata apapun untuk berpijak, segalanya murni tebakan. Apakah waktu benar-benar bisa menyembuhkan, atau justru mengikis perasaan yang dulu begitu kuat?